Bisnis Mlm Online

Strategi menjalankan bisnis multilevel marketing secara online

Berdasarkan riset dari HootSuite dan We Are Social berjudul Digital 2020, jumlah pengguna internet pada tahun 2020 ada sebanyak 175,4 juta. Itu berarti ada sekitar 64 persen dari penduduk Indonesia telah mengakses internet. Rata-rata mereka mengakses internet hampir sepertiga dalam sehari yaitu 7 jam 59 menit. Jumlah yang besar dan terus meningkat ini merupakan sebuah peluang bagi bisnis MLM.

Tujuan bisnis MLM memang tidak hanya menjual produk tapi bagaimana kamu juga bisa merekrut orang lain untuk menjadi distributor atau downline. Dua tujuan dalam bisnis MLM ini bisa dicapai melalui bisnis MLM online. Karena jangkauannya luas, kamu pun akan mendapatkan downline tanpa perlu mengenal dan bertemu orang tersebut.

1. Modal Kecil dan Efisien

Salah satu alasan menjalankan bisnis MLM melalui online karena modalnya yang relatif lebih kecil dibandingkan jika harus mendatangi orang yang diprospek secara offline. Kamu hanya bermodalkan smartphone dan kuota internet. Kalau melakukan cold calling secara offline ada biaya transportasi yang dikeluarkan. Itu pun belum tentu berakhir dengan penerimaan. Bisnis MLM online juga bisa dikerjakan dimana saja, baik di rumah maupun di kantor sehingga lebih efisien dari segi waktu. 

2. Manfaatkan Marketplace

Tokopedia, shopee, bukalapak, lazada, dan sederet marketplace di Indonesia memang telah mengubah cara seseorang dalam berbelanja produk. Kemudahan yang ditawarkan inilah yang membuat orang lebih memilih berbelanja secara online dibandingkan offline. Lembaga Nielsen sendiri menyebutkan bahwa ini juga menjadi penyebab utama gerai departement store banyak yang tutup. 

Peluang ini bisa kamu manfaatkan dengan menggunakan situs-situs marketplace yang ada untuk menjalankan bisnis MLM dengan membuka toko online di sana. Posting produk-produk dari MLMmu di sana. Manfaatkan fasilitas gratis ongkir yang terdapat di marketplace tersebut. Ini akan menjadi satu daya tarik untuk membeli produkmu. Gunakan fitur-fitur iklan yang terdapat di dalamnya. Di Indonesia sendiri, Shopee merupakan marketplace nomer satu. Berikutnya secara berurutan ada tokopedia, bukalapak, lazada, dan blibli. 

Memanfaatkan marketplace juga akan memudahkan orang-orang mengakses produk-produk MLM yang jarang beredar di pasaran. Dua tujuanmu juga bisa terlaksana. Bila ada yang membeli produk MLMmu, hubungi dia dan tawarkan untuk bergabung sebagai downlinemu.

PELUANG BISNIS MLM TERBARU Membutuhkan banyak leader di seluruh Indonesia.​

Menjadi Pelopor Di Daerahmu

Jadilah orang pertama yang mengenalkan Hetones di Daerah Asalmu. Dan raih peluang mendapatkan downline lebih banyak.

Urutan teratas di Pohon Jaringanmu

Berdiri di bagian teratas pada tim kamu untuk mendapatkan peluang income yang luar biasa.

Support Perusahaan

Dapatkan Full Support dari perusahaan untuk kamu leader potensial dan berprestasi.

Bonus dan Reward

Raih Bonus dan Reward fantastis dari perusahaan untuk membayar kerja keras dan loyalitas yang kamu jalankan.

Jangan lewatkan kesempatan terbaik, sebelum kamu menyesal !

3. Gunakan Sosial Media

Berdasarkan laporan HootSuite dan We Are Social, rata-rata orang Indonesia menggunakan sosial media selama 3 jam 26 menit. Ini berarti hampir setengah waktu mereka dihabiskan untuk mengakses sosial media. Dari 175,4 juta pengguna internet ini, lebih dari 90 persen yaitu 160 juta menggunakan sosial media. Alasan itu sudah sangat kuat untuk mengharuskan kamu menjadikan sosial media sebagai media untuk memasarkan bisnis MLM. 

Untuk dapat memaksimalkan peran sosial media dalam bisnis MLM online, gunakan dua pendekatan yaitu hardselling dan softselling. Hardselling dengan posting informasi tentang bisnis MLM itu sendiri. Bisa benefit, kandungan di dalamnya, testimoni orang-orang yang telah menggunakan produk tersebut, dan hal-hal lain seputar produk.

Sedangkan soft-selling dengan memposting konten-konten yang memberikan pengetahuan seputar bisnis atau isu-isu yang menjadi concernmu, berbagi inspirasi tentang orang-orang sukses dan terpandang. Sesekali kamu juga dapat membagikan keseharianmu.

Saat posting, jangan lupa memberikan hashtag. Hashtag ini bisa membantu orang-orang yang bukan followermu menemukan postinganmu itu. Gunakan hashtag yang populer dan berkaitan dengan konten yang kamu sampaikan. Lakukan juga trik follow unfollow. Follow orang sebanyak mungkin yang sekiranya membutuhkan produk tersebut atau orang-orang dengan value yang sama. 

Hubungi mereka yang berpotensi untuk diprospek melalui pesan pribadi di media sosial tersebut. Perkenalkan dirimu dan produk yang kamu jual menggunakan bahasa yang sopan dan tidak terkesan memaksa. Ingat, tujuanmu adalah membangun relasi. 

4. Berikan Pelayanan Prima

Karena dunia digital adalah dunia yang menuntut orang untuk serba cepat dan instan, kamu harus memberikan pelayanan yang baik dan respon yang cepat. Ini akan berdampak pada rating dan ulasan pembeli yang berarti berdampak pada reputasi bisnis MLM itu sendiri. Seperti misalnya membalas pertanyaan calon pembeli di portal ecommerce atau di sosial media. Selain respon yang cepat, kamu juga harus memberikan jawaban yang jelas dan santun. Ini juga merupakan salah satu indikator kamu memberikan pelayanan dengan baik.

Kemudian, masalah pengemasan juga harus diperhatikan. Sebab, kamu tak tahu apa yang akan terjadi saat pengiriman. Beberapa bisnis MLM menyediakan layanan dropshipping produk dimana mereka yang akan mengemas produk dan mengirimkannya ke alamat downlinemu. Ini tentu akan memudahkanmu. Namun bila tidak, kamu dapat menambahkan bubble wrap dan kardus agar aman sampai tujuan. 

5. Promosikan !

Sebagian besar perusahaan MLM memberikan panduan dengan cara yang konvensional. Mereka menyediakan tools-tools untuk dipresentasikan ketika kamu akan menemui orang yang diprospek. Sedangkan pendekatan pada bisnis MLM online jelas berbeda dan tak diberikan panduan khusus untuk ini. Sehingga mereka yang memulai bisnis MLM hanya memfungsikan website, dan sosial media untuk memposting produk (hardselling).

Bila pada bisnis online yang merupakan brand adalah merk produk itu sendiri, pada bisnis MLM online brand itu adalah diri kamu sendiri. Cara mempromosikannya pun dengan personal branding. Misalnya saja produk yang kamu jual adalah suplemen kesehatan, kamu bisa membranding dirimu sebagai seseorang yang sangat memperhatikan kesehatan dan memiliki gaya hidup yang sehat. Kamu bisa berbagi tips mengenai hidup sehat. Baik melalui konten gambar, tulisan, podcast, maupun video.

Internet memang memudahkan kamu untuk berbisnis. Tapi bukan berarti bisnis MLM online akan lebih mudah dibandingkan offline. Ini karena orang cenderung lebih trust pada sesuatu yang tampak (offline). Oleh karena itu, review dan personal brand sangat penting dalam bisnis ini. Tetap semangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Siap Bergabung Jadi Keluarga Hetones ?

Open chat
Butuh Bantuan ?
Hi Hetonesian, Ada Yang Bisa Kami Bantu ?